Bawaan Sambal yang Nikmat di Kota Surabaya

posted on 18 May 2015 14:55 by mrbisnisblog
Masyarakat di Nusantara selalu tidak dipisahkan dari yang namanya sambal dalam santapan makanannya. Sambal sudah dikenal hampir diseluruh pelosok tanah air. Sambal sendiri terbuat dari olahan cabai yang diulek dan dihancurkan sampai halus. Olahan sambal bisa dicampur secara terasi, bawang, hingga tomat. Orang secara sedang sakit & tidak memiliki nafsu makan dengan menyatukan sambal dalam konsumsi menu makannya dapat dengan lahap mengabiskan makanan yang dihidangkan. Sambal menjadi pengiring wajib menu persembahan apapun jenisnya entah itu soto, lalapan, mie goreng, nasi goring, rawon, sop, gorengan, bubur, dan masih banyak lagi menu-menu kuliner nusantara yang sangat nyaman disantap bersama sambal. Jenis sambal pula beragam seperti sambal terasi, sambal lada merah hijau, sambal terong, sambal bacak, sambal bawang, sambal matah, dan masih jumlah lagi varian sambal yang benar-benar suka menggoyang lidah aku.



Beberapa pecan secara lalu saat pereka berkunjung ke Surabaya dalam rangka rekreasi dan jalan-jalan. Saat akan pulang di kota penulis tinggal, ingin rasanya menelaah jual sambal bu rudy ataupun jajan yang luar biasa dari kota-kota secara pernah penulis singgahi selama ini. Sahabat penulis yang menghaturkan penulis selama jalan-jalan di Kota Surabaya bernama Dito Hutama pun menyarankan pereka untuk mencari bawaan sambal. Dalam angan-angan penulis yang telanjurkan penyuka sambal tepat setuju dengan usul kawan penulis ityu. Kami pun menanjak ke Jalan Anjasmoro no. 45 Surabaya. Rupanya kawan pereka ini mengantarkan kesebuah depot yang bertato Bu Rudy. Saat penulis masuk ke dalam depot dengan berbentuk mini swalayan tersebut penulis memandang berbagai panganan & jajanan yang pas lezat untuk jadi oleh-oleh.

Tapi sebagaimana diawal perbincangan dgn kawan penulis, penulis ingin mencari oleh-oleh yang berbeda atas biasanya yaitu sambal. Penulis langsung menelaah rak sambal didalam kios Bu Rudy. Di kios Bu Rudy tersedia berbagai macam sambal namun demikian menurut pramuniaga disana yang paling sebagai primadona pengunjung merupakan sambal bawang. Penulis membeli sambal kucai sejumlah lima botol kecil. Sambal yang dijual disana tanpa bahan pengawet dan hanya bertahan lima hari. Ada baiknya sambal dimasukkan ke lemari pendingin sehingga bisa kuat. Harga per tukil sambal Bu Rudy dihargai Rp 17. 500. Sangat sedikit dan terjangkau buat penikmat sambal diantaranya penulis. Walaupun seharga membeli lima tukil saja disini mengurus paket bungkus dengan kardus tanpa dipakai biaya. Lumayan pula tidak perlu menjunjung dengan tas keresek. Saat sudah pulang ke Kota Penulis dan mencoba menyukai sambal dengan menu rumahan rasa sambel ini sangat pedas namun juga gurih. Tertarik untuk merasai sambal ini? Hisab anda yang punya sakit maag tak disarankan untuk memakai sambal ini.

Comment

Comment:

Tweet

I do not even understand how I ended up here, however I assumed this submit was once good. I don't realize who you might be but certainly you are going to a well-known blogger in the event you aren't already. Cheers!

#1 By I do not even understand how I ended up here, however I assumed this submit was once good. I don't realize who you might be but certainly you are going to a well-known blogger in the event you aren't already. Cheers! (172.245.115.224|172.245.115.224) on 2015-05-26 12:00