Peluang Usaha Rental Scaffolding

posted on 11 Sep 2015 21:35 by mrbisnisblog
Ada beberapa sebutan yang banyak dikenal untuk scaffolding. Ada yang menyebutkan steger, perancah, atau terdapat pula yang menyebutnya andang. Scaffolding ialah perangkat semacam tangga untuk menyangga dengan banyak digunakan dalam kegiatan konstruksi. Scaffolding dipakai untuk menyangga pekerja melakukan telatah di ketinggian, atau menyangga peralatan unik lain.

Karena scaffolding hanya sebagai penyangga, maka penggunaannya meski biasanya bersifat temporer. Banyak kontraktor, terutama kontraktor besar sekaligus pun, yang tidak punya scaffolding. Mereka bertambah suka menyewa daripada memilikinya sendiri. Mengapa demikian? Karena gak semua pekerjaan mengidamkan scaffolding dalam jumlah besar. Selain tersebut, scaffolding harus memenuhi persyaratan standar tertentu sehingga membutuhkan penyelenggaraan dan pemeliharaan dengan berkala. Diperlukan keahlian khusus untuk menjadi seorang scaffolder handal.

+cmssby1@gmail.co.jpg" width="302" />

Oleh karena itu sewa scaffolding murah menjadi preferensi yang menarik pada kalangan pebisnis konstruksi. Semakin marak rancangan pembangunan di negeri kita, semakin prominen pula bisnis persewaan scaffolding.

CARA START USAHA Persewaan Scaffolding

Persediaan scaffolding. Engkau bisa memulai jual beli ini dengan scaffolding bekas, namun engkau harus memastikan keadaan scaffolding tersebut sedang dalam keadaan baik dan aman guna digunakan. Penambahan stock scaffolding sebaiknya diadakan dengan mempertimbangkan kemajuan usaha.

Jenis dan tipe scaffolding. Species dan kondisi scaffolding yang anda miliki menjadikan kepada siapa engkau akan menyewakannya. Perbuatan konstruksi berat tentu membutuhkan kualitas serta spesifikasi scaffolding secara lebih tinggi dibanding untuk keperluan penyusunan atau perbaikan wisma biasa. Pastikan anda memiliki jenis scaffolding sesuai dengan bahan pelanggan yang mau anda sasar.

Bahan pelanggan. Untuk menjadikan skala dan macam layanan usaha, anda perlu menetapkan pelanggan yang akan dikau sasar. Apakah dikau akan menargetkan tingkatan di konstruksi perumahan, bangunan tinggi, laksana hotel atau pusat pertokoan, atau bengkel. Meski kebanyakan pengguna scaffolding adalah desain besar, namun tingkatan konstruksi atau pemeriksaan ringan juga mencita-citakan scaffolding.

Kendaraan. Guna memobilisasi dan demobilisasi scaffolding, anda menggunakan kendaraan angkut serupa truk ringan beserta bak terbuka. Memiliki kendaraan sendiri rumpang lebih baik buat meningkatkan pelayanan. Namun, untuk menghemat investasi, anda bisa menyewa kendaraan angkutan sudah tidak asing lagi. Biasanya biaya angkut ini dibebankan pada penyewa.

Tenaga pikulan. Anda memerlukan tenaga kerja, terutama daya kerja fisik, buat mengangkut, memasang, membongkar dan mengatur stock scaffolding. Anda pun memerlukan ketrampilan merasai dan memelihara scaffolding untuk menjamin kondisi scaffolding dalam stan baik saat digunakan. Anda perlu memiliki scaffolder yang telah menelan pelatihan dan seni menangani scafolding.

Teritori usaha. Lokasi bisnis yang strategis gak mutlak untuk usaha ini. Yang berarti anda mempunyai kedai atau workshop untuk menyimpan dan merawat scaffolding. Anda mampu mendirikan kantor dalam rumah sendiri. Apalagi, kita bisa mengebel usaha persewaan scaffolding yang menjalankan usahanya menggunakan fasilitas computer.

Tarif sewa. Umumnya tarif sewa scaffolding dikenakan secara bulanan, sebesar 7%-10% daripada harga beli. Tarif sewa dibedakan berlandaskan jenis atau unsur scaffolding, seperti berjalan frame, lead frame, crose base, joint pin, u-head, jac base, support, cet walk dan lain-lain. Tarif yang eksentrik juga diberlakukan berdasar pada spesifikasi atau ketebalan dan bahan masing-masing komponen.

Promosi. Menghasilkan situs atau situs - situs usaha adalah salah satu terobosan. Namun menjalin kerja sama dengan pihak-pihak kontraktor biasanya bertambah efektif. Perkenalkan bisnis anda pada perusahan kontraktor, tukang berangkal, konsultan bangunan serta arsitek, pabrik, perkantoran dan lain-lain.

Comment

Comment:

Tweet