Tips Sablon Kaos menggunakan Sistem Manual

posted on 11 Sep 2015 21:43 by mrbisnisblog
Dalam dunia cetak saring / printing ada kaum tahapan yang kudu dilalui dari profesi pra cetak, bahan sampai finishing. Selesai mengenal cara memahirkan membuat desain kaos distro, rasanya kudu mengetahui proses tips cetak sablon kaos.

Kualitas bahan amat menentukan kualitas konklusi dari hasil perakitan. Contoh, bahan katun combed memiliki gramasi yang beragam, sedari 20S, 24S serta 30S. Semakin besar gramasinya maka tiras semakin ringan serta tipis. Di teritori kami menggunakan cotton combed 20s serta 30s.

Ada kurang lebih teknik dalam sablon kaos murah, yaitu sistem manual dan internet online printing.

Teknik pola kaos manual, dimana proses dilakukan dgn proses cetak petunjuk menggunakan screen & rakel.

Berikut ialah tahapan bagaimana belajar cara menyablon kaos distro atau cap kaos manual.

1. Setting Desain Kaos



Siapkan desain kaos yang akan pada sablon sebelum dicetak sablon, kemudian edit desain kaos jadi film sablon / klise film pola yang siap dicetak sablon berdasarkan corak masing-masing, dalam hal ini desain kaos harus di reaksi melalui pecah corak atau separasi rona tergantung desain kaosnya bisa berupa pola vektor atau berperangai sablon raster, engkau bisa membuat terbagi warna menggunakan cadangan coreldraw atau photoshop.

2. Tahap pra-afdruk

Tahapan ini meliputi pembersihan dan rang screen. Siapkan alat-alat sablon yang dibutuhkan seperti sabun colek, air, kain spon. cuci screen cap menggunakan air serta sabun kemudian pada lap dengan mempergunakan kain spon. selesai bersih, screen harus dikeringkan dengan menjemurnya di sinar matahari, hal ini kudu karena sebelum di afdruk screen pantas benar-benar bersih dan kering.

3. Tahap afdruk

Tahap tersebut meliputi pemberian obat, pembakaran screen, serta pencucian obat di dalam screen. Siapkan radas antara lain screen, obat afduk, kipas angin/hairdryer, alat perata screen/penggaris, campur obat afdruk cairan merah dan putih lalu masukan sedikit demi sedikit pada screen dan ratakan setipis-tipisnya, kemudian screen dikeringkan dengan menggunakan kipas angin atau hairdryer. Proses pengeringan terkait screen tidak boleh terkena sinar matahari secara langsung, buat itu dianjurkan pengeringan di ruang tertutup/gelap.

4. Tahap pemusnahan screen.

Proses lalu kemudian siapkan materi menyerupai kaca, desain kaos yg telah diedit, screen, busa screen, papan. Ambil Kediaman, taruh busa di atas papan lalu ambil screen yang telah kita siapkan lantas taruh screen lalu letakkan gambar yang sudah diedit dan tempel diatas screen, pra desain kaos tersebut ditempel di screen terlebih dahulu olesi dengan minyak goreng, hal ini dijalani agar kertas di dalam gambar akan tembus sinar. setelah tersebut taruh kaca lebih dari screen.

Kemudian sinari screen dengan binar matahari. didalam penyinaran waktu yang dibutuhkan antara 15 mencapai berbatas 20 detik (tergantung panas dan tidaknya terik matahari) olehkarena itu jika terlalu lelet dalam penyinaran, pemfilm-an screen akan tidak berhasil atau sulit untuk ditembus. setelah screen kita sinari, maka screen tersebut kudu dicuci untuk mencabut bekas obat. Dalam pencucian membutuhkan alat penyemprot, biasanya mempergunakan semprotan untuk menggonyoh burung, alat tersebut digunakan untuk menggagas desain atau rang yang terdapat di screen.

5. Takat penyablonan

Pada stadium ini, alat-alat yang dibutuhkan antara lain: screen (yang sangka difilm), cat, meja sablon (jika diperlukan, rake l(alat penggesut), bahan (kaos). Tinggikan screen dan selesai itu taruh lampit yang akan disablon diatas meja, tuang cat pada screen secukupnya kemudian gesut menggunakan rakel. oleh sebab itu jadilah hasil sablonan.

Comment

Comment:

Tweet